Dalam investasi, terdapat berbagai instrumen investasi yang memungkinkan investor untuk berpartisipasi dalam potensi keuntungan pasar keuangan. Salah satu instrumen investasi yang belum begitu populer tapi bisa menjadi pilihan bagi investor yaitu Waran Terstruktur.
Apa itu Waran Terstruktur?
Mengenal waran terstruktur, Waran terstruktur adalah efek yang diterbitkan oleh lembaga keuangan (anggota bursa) yang memberikan hak kepada pembelinya untuk membeli atau menjual suatu underlying securities pada masa perdagangan yang telah ditentukan.
Dalam transaksinya, apabila masa perdagangan waran terstruktur sudah masuk jatuh tempo atau batas akhir tetapi investor masih memiliki portofolio, maka investor dapat mendapatkan penyelesaian tunai atas waran terstruktur (auto exercise) jika posisi harga penyelesaian lebih besar dari harga pelaksanaan (in the money) investor akan mendapatkan keuntungan dari selisih exercise yang ada.
Namun apabila status harga penyelesaian sama dengan harga pelaksanaan (at the money) atau harga penyelesaian lebih kecil dari harga pelaksanaan (out of the money), maka waran terstruktur yang dimiliki akan hangus atau tidak dapat dijual.
Kelebihan dan Risiko Waran Terstruktur
Dengan waran terstruktur investor dapat melakukan diversifikasi portofolio tanpa harus membeli saham langsung. Investor juga memiliki potensi keuntungan karena dapat membeli dengan harga yang lebih rendah. Selain itu waran terstruktur diperdagangkan di pasar sekunder yang berarti investor dapat membeli atau menjualnya dengan mudah.
Namun penting diingat, meskipun memiliki beberapa kelebihan, waran terstruktur juga memiliki risiko, antara lain:
- Waran terstruktur tidak dapat ditebus menjadi saham induk.
- Waran terstruktur hanya dapat ditransaksikan pada masa perdagangan.
- Kepemilikan waran terstruktur setelah masa berlaku/masa perdagangan selesai akan hangus/tidak dapat dijual.
- Harga waran terstruktur bergantung pada pergerakan harga aset dasar atau underlying. Jika harga aset tidak sesuai dengan prediksi, investor akan mengalami kerugian hingga kehilangan seluruh aset investasi.
- Pemegang waran terstruktur tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan seperti pemegang saham.
Tipe Waran Terstruktur
Structured Warrant terdiri dari 2 tipe, yaitu:
1. Call Warrant
Investor memiliki Hak untuk membeli sejumlah underlying securities (saham atau indeks efek) di harga pelaksanaan pada atau sebelum masa berlakunya habis.
2. Put Warrant
Investor memiliki hak untuk menjual underlying securities (saham atau index efek) pada harga yang pelaksanaan atau kesepakatan pada atau sebelum tanggal kadaluarsa.
Investor dapat membeli Call Warrant ketika memprediksi harga saham atau Indeks Efek memiliki tren naik.Sedangkan jika memiliki prediksi tren harga Saham atau Indeks Efek turun, maka Investor dapat membeli Put Warrant.
Faktor yang Pengaruhi Harga Waran Terstruktur
Harga waran terstruktur dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti fluktuasi harga saham underlying-nya, suku bunga, serta masa kedaluwarsa.
Semakin tinggi suku bunga dan risiko fluktuasi harga saham underlying-nya, maka semakin tinggi potensi investor memperoleh keuntungan yang besar. Semakin dekat dengan batas jatuh tempo, harga waran terstruktur juga semakin mahal.
Faktor-faktor tersebut harus kamu pertimbangkan sebelum membeli waran terstruktur. Apabila kamu sudah mantap ingin transaksi waran terstruktur, kamu bisa mulai mendaftarkan diri lewat platform transaksi penerbit waran terstruktur yang aman dan terpercaya, seperti Maybank Trade ID milik Maybank Sekuritas Indonesia.
Setelah memiliki rekening reguler di Maybank Sekuritas Indonesia kemudian isi form pemesanan waran terstruktur. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website waran.maybank.com.