Dampak Isolasi, Arus Logistik Mulai Anjlok

Penyebaran virus Corona mengakibatkan banyak kerugian yang dialami oleh pelaku bisnis khususnya dalam bidang logistik. Akibatnya, sektor logistik mengalami penurunan dalam kegiatannya karena beberapa wilayah melakukan lockdown mandiri. 

Penurunan yang terjadi dijelaskan oleh Ketua Asosiasi Logistik indonesia ( Zaldy Ilham Masita ) mencapai 40 – 50 persen namun disamping itu, pengiriman atas bahan makanan segar mengalami kenaikan. 

“Seharusnya lockdown tidak membuat distribusi logistik terhenti, Pemda atau Pemprov tidak bisa menutup wilayahnya untuk jalur logistik, yang boleh ditutup untuk jalur orang,” kata Zaldy.

Zaldy menilai bahwa pemerintah saat ini terlambat membuat kebijakan, sehingga masing – masing daerah membuat kebijakan yang berbeda – beda. Salah satunya kebijakan karantina wilayah. Pelaku di sektor logistik berharap pemerintah tetap akan memberikan akses untuk kelancaran proses logistik karena dalam kondisi ini, masyarakat perlu mencukupi setiap kebutuhannya terutama kebutuhan makanan segar. 

“Makanya APD untuk personil logistik sangat penting, di mana sekarang ini APD sangat jarang dan mahal,” ujarnya.

Zaldy meminta pemerintah untuk secara tegas menentukan kebijakan daerah dan melarang barang untuk masuk ke wilayah tersebut. 

“Ini perlu dibenarkan dengan aturan yang jelas dari pemerintah pusat,” pungkasnya.