Virus Corona Merugikan Maskapai Batik Air

Merebaknya dampak virus Corona yang dimulai dari wilayah China menjadikan sebagian besar penerbangan membatalkan penerbangannya ke China. Hal ini tentu sangat merugikan perusahaan penerbangan, pasalnya cukup banyak penumpang yang membatalkan penerbangannya karena khawatir dengan virus Corona yang saat ini sedang menjadi wabah yang ditakuti oleh masyarakat di seluruh penjuru dunia.

"Ya, rugi. Kerugian berapa, belum kita hitung secara pasti, karena kan ini mendadak, setopnya mendadak," ujar CEO Batik Air, Kapten Achmad Luthfie

Pada saat kondisi mornal, setidaknya adala lima pesawat yang dioperasikan untuk menjangkau penerbangan dari dan menuju China. namun, dengan terjadinya wabah penyakit Corona ini mau tidak mau penerbangan Batik Air dihentikan dulu.

Dalam kondisi ini, Batik Air tidak menambahkan slot untuk pengalihan rute lain di luar negeri. Hal tersebut perlu waktu untuk melakukan pengajuan persyaratan, perijinan dan dokumen lainnya untuk memasukan rute baru.

Strategi yang dilakukan untuk menutupi kerugian ini adalah dengan menambah frekuensi terbang saja khusunya untuk daerah Jawa, Sumatera dan kalimantan. 

Selain itu, Batik Air juga mulai mengembangkan sayapnya untuk melakukan penerbangan ke daerah Indonesia Timur. Penerbangan tersebut akan dimulai bulan depan. 

"Untuk yang pertama ini adalah Airbus 320 Neo. Ini yang pertama dari total tahun ini akan mendatangkan 5 pesawat," ujar CEO Batik Air, Kapten Achmad Luthfie